ISU-ISU AKTUAL DALAM STUDY ISLAM
- Pluralisme
Indonesia yang secara factual terkenal dengan berbagai kehidupan yang beragam, sehingga memerlukan suatu sikap yang mampu atau bersedia untuk menghargai adanya perbedaan atau keberagaman masing-masing anggota.
Pluralisme dalam kajian study islam.
Musa Asy’aric menegaskan bahwa, perbedaan itu merupakan suatu hal yang sangat di perlukan, bukan suatu kesalahan ataupun suatu hal yang harus di musuhi, karena, itu merupakan suatu realitas social yang fundamental yang harus dihargai.
Alquran mengajarkan untuk menghargai pluralitas atau kemajemukan itu dengan selalu mengadakan Musyawarah, dan tentunya musyawarah yang dimaksud dengan musyawarah menurut islam adalah dengan ketulusan dan keikhlasan bukan musyawarah basa basi yang melahirkan kesepakatan yang kosong, hanya tertulis di atas kertas saja tanpa adanya pengimplementasian dalam kehidupan bersama.
Islam membedakan pengertian antara pluralisme dan pluralitas,
Pluralisme menurut islam itu harus dijauhi, karena pluralisme yang berarti menghargai segala kemajemukan yang ada tanpa ada memberikan batasan, dan dalam Al qur’an “ bawa agama yang disisi allah adalam islam”
Namun islam masih menerima pluralitas, yang berarti mengharagai keberagaman yang selama keberagaman itu, dengan batasan batasan tertentu.
Dalam Al-Qur’an : “ Allah tidak melarang kalian terhadap orang orang yang tidak memerangi agama ”
Study islam mengkaji hal ini agar seseorang itu tidak mudah menyalahkan yang lain, karena pada hakekatnya perbedaan itu memang ada.dan tetap menghargai segala perbedaan yang ada.
- HAM (hak asasi manusia)
Berbagai pola penindasan dan pembodohan yang dilakukan oleh kalangan pemodal dan kaum raja raja yang berkuasa, maka timbul suatu gerakan yang mendorong untuk memperoleh kepemilikanya (Hak)nya keluar dari belenggu ketertindasan yang melampaui hak haknya. Dalam islam, (Al-Qur’an) bahwa setiap manusia itu memiliki hak nya atas masing masing, “dan syuaib berkata : " hai kaumku , cukuplah takaran dan timbangan dengan adil , dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak - hak mereka . dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan” artinya bahwa stiap manusia memiliki hak hak yang harus saling di hargai dan tidak untuk diperlakukan seenaknya.
- Gender
Gender dalam pandangan islam, bahwa pada hakikatnya semua manusia itu sama, al-qur’an mengenai hal ini tidak membedakan antara jenis yang satu dengan yang lain. Semua sama, yang membedakan adalah amal ibadahnya, “ barang siapa dari orang mu’min yang melakukan amal yang shaleh, baik itu laki laki maupun perempuan, maka pasti akan kami balas” ini menyatakan bahwa, islam tidak memandang dia itu laki laki ataupun perempuan, yang dipandang adalah amal perbuatanya. Jadi study islam mengkaji hal ini, bahwa segala sesuatu itu sama pada tempatnya.
- Civil Society dalam Studi Islam
Dipandang dalam sudut peralihan peristilahan, kata “masyarakat madani” jelas mempunyai kedekatan makna dengan istilah asalnya, yaitu “civil society”. Sebelumnya, istilah civil society diterjemahkan dengan “masyarakat warga”, “masyarakat sipil”, “masyarakat modern”, dan mungkin masih ada terjemahan yang lain. Meskipun masih ada pro dan kontra. Wujud nyata masyarakat madani pertama kali dalam sejarah adalah hasil usaha Nabi Muhammad S.A.W, tindakan Nabi untuk mengganti nama Yastrib menjadi Madinah bukanlah suatu kebetulan. Dibalik itu terkandung makna yang mendalam, yang dalam kontrasnya terhadap pola kehidupan politik jazirah Arab dan sekitarnya.
Perubahan nama tersebut seperti semacam isyarat langsung akan adanya definisi proklamasi atau deklarasi. Bahwa di tempat baru itu hendak terwujud suatu masyarakat yang teratur.
- Pendidikan inklusif
Pendidikan inklusif adalah pendidikan di sekolah biasa yang mengakomodasi semua anak berkebutuhan khusus yang mempunyai IQ normal diperuntukan bagi yang memiliki kelainan (intelectual challenge), bakat istimewa, kecerdasan istimewa dan atau yang memerlukan pendidikan layanan khusus.
Pendidikan inklusif itu merupakan pendidikan untuk semua kalangan, dan menakankan kepada pilihan atas kemauan dari peserta didik itu sendiri. Sekalipun itubagi orang yang difable, kalau pilihan dia kepada pendidikan yang normal maka hendaknya pedidik itu harus menerimanya, sehingga diperlukan fasilitas yang memenuhi bagi semua golongan.
Tujuan pendidikan inklusif
memberikan kesempatan bagi seluruh siswa untuk mengoptimalkan potensinya dan memenuhi kebutuhan belajarnya melalui program pendidikan inklusif.
- Islam
- Islam itu ibarat mata air dan mata air itu sendiri adalah al-Qur’an. Maka dianggap islam yang murni itu islam yang tidak keluar dari al-Qur’an.
- islam itu ibarat orang menanam padi.Al Jabiri mengakatakan karakter sosial mempengaruhi karakter politik, karakter politik mempengaruhi karakter keagamaan / tafsir keagamaan.Beliau mengakui keberagaman dalam Islam. yang menentukan corak keislaman adalah Tabi'i(mengikuti trend) dan dzaruri(keharusan).
- Islam di ibaratkan seperti ka'bah/ pintu masjidil haram, jika terdapat pintu bisa masuk melalui pintu mana saja. artinya masuklah kalian dalam islam tapi dari metodologi yang berbeda-beda.