Rabu, 26 Januari 2011

isu-isu aktual dalam study islam

ISU-ISU AKTUAL DALAM STUDY ISLAM
  1. Pluralisme
Indonesia yang secara factual terkenal dengan berbagai kehidupan yang beragam, sehingga memerlukan suatu sikap yang mampu atau bersedia untuk menghargai adanya perbedaan atau keberagaman masing-masing anggota.

Pluralisme dalam kajian study islam.
Musa Asy’aric menegaskan bahwa, perbedaan itu merupakan suatu hal yang sangat di perlukan, bukan suatu kesalahan ataupun suatu hal yang harus di musuhi, karena, itu merupakan suatu realitas social yang fundamental yang harus dihargai.
Alquran mengajarkan untuk menghargai pluralitas atau kemajemukan itu dengan selalu mengadakan Musyawarah, dan tentunya musyawarah yang dimaksud dengan musyawarah menurut islam adalah dengan ketulusan dan keikhlasan bukan musyawarah basa basi yang melahirkan kesepakatan yang kosong, hanya tertulis di atas kertas saja tanpa adanya pengimplementasian dalam kehidupan bersama.
Islam membedakan pengertian antara pluralisme dan pluralitas,
Pluralisme menurut islam itu harus dijauhi, karena pluralisme yang berarti menghargai segala kemajemukan yang ada tanpa ada memberikan batasan, dan dalam Al qur’an “ bawa agama yang disisi allah adalam islam”
Namun islam masih menerima pluralitas, yang berarti mengharagai keberagaman yang selama keberagaman itu, dengan batasan batasan tertentu.
Dalam Al-Qur’an : “ Allah tidak melarang kalian terhadap orang orang yang tidak memerangi agama ”
Study islam mengkaji hal ini agar seseorang itu tidak mudah menyalahkan yang lain, karena pada hakekatnya perbedaan itu memang ada.dan tetap menghargai segala perbedaan yang ada.

  1. HAM (hak asasi manusia)
Berbagai pola penindasan dan pembodohan yang dilakukan oleh kalangan pemodal dan kaum raja raja yang berkuasa, maka timbul suatu gerakan yang mendorong untuk memperoleh kepemilikanya (Hak)nya keluar dari belenggu ketertindasan yang melampaui hak haknya. Dalam islam, (Al-Qur’an) bahwa setiap manusia itu memiliki hak nya atas masing masing, “dan syuaib berkata : " hai kaumku , cukuplah takaran dan timbangan dengan adil , dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak - hak mereka . dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan” artinya bahwa stiap manusia memiliki hak hak yang harus saling di hargai dan tidak untuk diperlakukan seenaknya.

  1. Gender
Gender dalam pandangan islam, bahwa pada hakikatnya semua manusia itu sama, al-qur’an mengenai hal ini tidak membedakan antara jenis yang satu dengan yang lain. Semua sama, yang membedakan adalah amal ibadahnya, “ barang siapa dari orang mu’min yang melakukan amal yang shaleh, baik itu laki laki maupun perempuan, maka pasti akan kami balas” ini menyatakan bahwa, islam tidak memandang dia itu laki laki ataupun perempuan, yang dipandang adalah amal perbuatanya. Jadi study islam mengkaji hal ini, bahwa segala sesuatu itu sama pada tempatnya.

  1. Civil Society dalam Studi Islam
Dipandang dalam sudut peralihan peristilahan, kata “masyarakat madani” jelas mempunyai kedekatan makna dengan istilah asalnya, yaitu “civil society”. Sebelumnya, istilah civil society diterjemahkan dengan “masyarakat warga”, “masyarakat sipil”, “masyarakat modern”, dan mungkin masih ada terjemahan yang lain. Meskipun masih ada pro dan kontra. Wujud nyata masyarakat madani pertama kali dalam sejarah adalah hasil usaha Nabi Muhammad S.A.W, tindakan Nabi untuk mengganti nama Yastrib menjadi Madinah bukanlah suatu kebetulan. Dibalik itu terkandung makna yang mendalam, yang dalam kontrasnya terhadap pola kehidupan politik jazirah Arab dan sekitarnya.
Perubahan nama tersebut seperti semacam isyarat langsung akan adanya definisi proklamasi atau deklarasi. Bahwa di tempat baru itu hendak terwujud suatu masyarakat yang teratur.

  1. Pendidikan inklusif
Pendidikan inklusif adalah pendidikan di sekolah biasa yang mengakomodasi semua anak berkebutuhan khusus yang mempunyai IQ normal diperuntukan bagi yang memiliki kelainan (intelectual challenge), bakat istimewa, kecerdasan istimewa dan atau yang memerlukan pendidikan layanan khusus.
Pendidikan inklusif itu merupakan pendidikan untuk semua kalangan, dan menakankan kepada pilihan atas kemauan dari peserta didik itu sendiri. Sekalipun itubagi orang yang difable, kalau pilihan dia kepada pendidikan yang normal maka hendaknya pedidik itu harus menerimanya, sehingga diperlukan fasilitas yang memenuhi bagi semua golongan.


Tujuan pendidikan inklusif
memberikan kesempatan bagi seluruh siswa untuk mengoptimalkan potensinya dan memenuhi kebutuhan belajarnya melalui program pendidikan inklusif.

  1. Islam
    1. Islam itu ibarat mata air dan mata air itu sendiri adalah al-Qur’an. Maka dianggap islam yang murni itu islam yang tidak keluar dari al-Qur’an.
    2.  islam itu ibarat orang menanam padi.Al Jabiri mengakatakan karakter sosial mempengaruhi karakter politik, karakter politik mempengaruhi karakter keagamaan / tafsir keagamaan.Beliau mengakui keberagaman dalam Islam. yang menentukan corak keislaman adalah Tabi'i(mengikuti trend) dan dzaruri(keharusan).
    3.  Islam di ibaratkan seperti ka'bah/ pintu masjidil haram, jika terdapat pintu bisa masuk melalui pintu mana saja. artinya masuklah kalian dalam islam tapi dari metodologi yang berbeda-beda.



Sabtu, 22 Januari 2011

pendekatan dalam study islam

1.Antropologi
antropologi didefinisikan sebagai ilmu tentang manusia khususnya tentang asal usul, aneka warna,bentukfisik, adat istiadat, dan kepercayaan. antropologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia menjadi sangat penting untuk memahami agama. antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilakunya untuk dapat memahamiperbedaankebudayaan manusia. tradisi kajianagama dalam antropologi diawali dengan mengkaji agama darisudut pandang intelektualisme yang mencobauntuk melihat definisi agama dalam setiap masyarakat dan kemudian melihat perkembangan dalam suatu masyarakat termasuk tradisi.
ada 3 penghalang dalam antropologi
  1. sakral
  2. inferior dan superior
  3. insider dan outsider
kita memerlukan antropologi untuk membangun empati  terhadap orang lain, untuk lebih memahami budaya masyarakat dan untuk tidak menghakimi budaya orang lain.  antropologi digunakan untuk memahami budaya orang lain dengan  kacamata mereka.
2. sosiologi
sosiologi didefinisikan sebagai ilmu  yang mempelajari tentang manusia dan interaksi manusia dengan manusia yang lain. dalam sosiologi terdapat sekumpulan manusia. antara satu  manusia yang satu dengan manusia yang lain memiliki hubungan kekerabatan dan mereka saling berinteraksi. masyarakat juga mempunyai sistem produksi.
cara mempelajari masyarakat (secara teolitik) ada 3 cara yaitu:
  1. interaksionism oleh MaxWeber 
mempelajari individu-individu didalam masyarakat dengan cara melihat tokoh-tokoh yang  ada didalam masyarakat. misalnya  seperti RT,RW,kiai atau dsb. 
2.       fungsionalism oleh emile durkheim

didalam masyarakat terbentuk pranata-pranata sosial. emile durkheim memandang masyarakat secara keseluruhan dengan cara melihat peran atau fungsi masing masing.

3.       pola konsumsinya oleh antony gidden

melihat suatu  masyarakat dengan cara mengetahui pola  konsumsinya.  melihat baik atau buruknya sesuatu  dengan pola konsumsinya. kota jogja dikatakan sebagai kota pelajar karena sebagian masyarakat kota jogja senang membaca.
sosiologi digunakan untuk menjelaskan dan menggambarkan interaksi  sosial, fakta-fakta sosial dan perubahan-perubaan sosial.
4. sejarah
ciri ciri sejarah
  • urutan peristiwa
  • dinamika
  • narasi
sejarah membuat kita waspada untuk melangkah kedepan dengan melihat perubahan-perubahan.
orang tradisionalis ingin maju dengan melihat kebelakang sedangkan orang modernis ingin maju tetapi ti dak ingin melihat kebelakang (meninggalkan beban sejarah)

5. hermeutika
hermeutika adalah sebuah pendekatan yang memberlakukan obyek kajian sebagai gejala text.
text adalah sebuah orpus yang bisa ditafsirkan.
setiap aliran secara tidak langsung memunculkan distors, wacana.
agama sering kali menjadi text.munculnya hermeutika karena adanya peradaban text.
efek hermeutika
  • membuat orang menafsirkan text-text alqur'an sesuai konteksnya masing masing.
manfaat hermeutika
  • membuat kita kritis terhadap wacana-wacana agama.

Sabtu, 15 Januari 2011

pluralisme

Arti Pluralisme
Secara sederhana pluralisme dapat diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya keragaman pemikiran, peradaban, agama, dan budaya. Bukan hanya menoleransi adanya keragaman pemahaman tersebut, tetapi bahkan mengakui kebenaran masing-masing pemahaman, setidaknya menurut logika para pengikutnya.
Latar belakang munculnya gerakan Pluralisme
Paham ini muncul akibat reaksi dari tumbuhnya klaim kebenaran oleh masing-masing kelompok terhadap pemikirannya sendiri. Persoalan klaim kebenaran inilah yang dianggap sebagai pemicu lahirnya radikalisasi agama, perang dan penindasan atas nama agama. Konflik horisantal antar pemeluk agama hanya akan selesai jika masing-masing agama tidak menganggap bahwa ajaran agama meraka yang paling benar. Itulah tujuan akhir dari gerakan pluralisme ; untuk menghilangkan keyakinan akan klaim kebenaran agama dan paham yang dianut, sedangkan yang lain salah.
pluralisme dalam studi islam
islam mengakui keberagaman masyarakat  dengan sikap yang selektif. islam adalah untuk manusia seluruhnya. islam mengakui ras dan budaya adalah sebagai tanda kekuasaan dan kreatifitas ALLAH.

Kamis, 16 Desember 2010

Kebudayaan Nyadran


4.jpgBulan puasa merupakan bulan yang di tunggu-tunggu kedatangannya oleh umat islam, Karena  banyak fadhilah-fadhilah yang terkandung didalamnya. Dalam menyambut bulan yang mulia ini, banyak tradisi-tradisi rakyat yang di gelar, salah satunya adalah nyadran. Apakah nyadran itu ? dan bagaimana islam memandang  tradisi ini ?
Nyadran merupakan tradisi upacara adat jawa yang dilaksanakan ketika menyambut bulan puasa. Upacara adat nyadran tersebut dilakukan sebagai ungkapan syukur atas berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa serta untuk mengirim doa bagi arwah para leluhur, khususnya cikal bakal atau pendiri kampung. Tradisi ini juga diisi dengan kenduri warga masyarakat sebagai ungkapan terima kasih atas limpahan rezeki dan keselamatan dalam bekerja.
Selain itu ada juga beberapa wilayah di Yogyakarta yang menyelenggarakan berbagai atraksi kesenian dan budaya untuk memeriahkan upacara ritual adat nyadran ini. Atraksi ini sering mengundang perhatian. Sehingga tak sedikit turis asing yang antusias melihat tradisi nyadran ini.
 Dalam islam istilah nydran ini lebih dikenal dengan ziarah kubur atau dalam masyarakat dikenal dengan istilah nyekar. islam memandang hal ini, bukan merupakan sesuatu hal yang dilarang, karena tradisi ini megingatkan manusia kepada kematian. Disebutkan dalam hadis
 كنت نهيتكم عن زيارة الكبر فزورها    
Artinya : saya (rasul) melarang kalian untuk berziarah kubur, maka berziarahlah.
Hadis diatas menerangkan bahwa ziarah kubur itu tidak dilarang, dengan perintah فزورها , yang dimana pada awal kalimat rasul melarang nya. dalam kaidah fiqhiyah berbunyI  
 الأمر بعد نهي إباحة
Artinya : sebuah perintah setelah larangan menunjukan kebolehan.
Jadi hadis diatas tidak melarang ziarah kubur.
Pada tradisi masyarakat Yogyakarta yang disebutkan diatas sebenarnya sama seperti tradisi ziarah kubur pada yang dilakukan masyarakat di daerah lain, akan tetapi ditambah dengan yasinan, tahlilan, atraksi atraksi budaya dan kesenian masyarakat setempat untuk memeriahkan perayaan tersebut. Dan itu merupakan ungkapan rasa syukur mereka atas nikmat yang allah berikan kepada mereka.
Namun bagaimana dengan kebiasaan masyarakat yang menziarahi makam makam wali ???
b7e166e1123e9878abd1d99b3d1211eb.JPGDari banyak peristiwa yang terjadi di masyarakat,banyak masyarakat yang  mendatangi makam-makam wali hanya untuk meminta keberkahan, atau tidak jarang yang meminta kekayaan, atau meminta sesuatu kepada makam yang merka ziarahi. Dan tak sedikit dari mereka yang datang dari daerah jauh hanya untuk mengharapkan sesuatu hal yang dapat menimbulkan kemusyrikan. Karena meraka sudah meminta kepada selain Allah dan terlalu mengkultuskan wali dengan berlebihan. Adapun menziarahi kubur tanpa melakukan safar, maka hal ini disyari’atkan dalam agama kita apabila dilakukan dalam rangka mendo’akan mayit, mengingat kematian dan kehidupan akhirat.

Minggu, 12 Desember 2010

HAL HAL YANG MENGHALANGI STUDY ISLAM KETIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOLOGI

 HAL HAL YANG MENGHALANGI STUDY ISLAM KETIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOLOGI

  1. SAKRALITAS
  Ketika ada suatu kegiatan ibadah ghoiru mahdoh dan didalamnya ditambahkan dengan kegiatan kegiatan sakral.
misalanya :
ibadah mahdoh dan ghoiru mahdoh
ibadah mahdoh adalah ibadah yang memilikiaturan aturan dalam pelaksanaan nya. sedangkan ibadah ghoiru mahdoh adalah segala ibadah yang boleh dilakukan selama belum ada dalil yang melarang nya.
 
sebagai contoh : ketika memperingat ulang tahun seseorang dengan acara yasinan atau tahliln. hal ini dipandang oleh kebanyakan orang adalah suatu yang tidak ada tuntutanya dalam syariat sehingga bagi orang yang fanatik, mereka memandang hal ini sebagai sesuat yang baru. padahal ketika kita mengkajinya dengan pendekatan antopologi- kebiasaan- maka tidak semudah itu kita menilai atau mengklaim kebiasan seseorang. hal hal seperti inilah yang seringkali menghalangi penelitian ketika menggunakan pendekatan antrpologi. 

2. SUPERIOR DAN INVERIOR

misalnya : ketika kita mempelajari atau mengkaji suatu budaya seseorang, maka dengan mudah kita mengatakan budaya kita lebih baik dari pada budaya mereka. ini juga terakadang yag menyulitkan seseorang unutuk mengkaji nya.

3. INSIDER DAN OUTSIDER

misalnya : ketika seseorag membahas budaya yang dianutnya, maka secara otomatis mereka akan membangga banggakan budaya yangdianutnya, seolah olah budayanyalah yang paling benar.


mengkaji studi islam dengan menggunakan pendekatan antropologi maka akan lebih membangun komunikasi lintas budaya sehingga tidak mengakibatkan kesalah pahaman dalam pengkajiannya. dan menambah wawasan, pengetahuan tentang budaya yang sedang kita kaji.

pendekatan antropologi dalam study islam

antropologi secara sederhana adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dan kebudayaan.
adapun metode yang lebih tepat dengan pendekataan antropologi adalah metode HOLISTIK. artinya dalam melihat satu fenomena sosial harus diteliti dalam konteks totalitas kebudayaan masyarakat yang dikaji.

sebagai contoh permasalahan nya adalah :
tradisi masyarakat Yogyakarta, ketika datang tahun baru islam (hijriah) yang dalam penghitungan kalender jawa disebut suro. masyarakat Yogyakarta memiliki kebiyasaan memperingati hari ini dengan mengadakan ritual, yang dikenal dengan  Suronan.  dalam tradisi ini masyarakat keraton mengeluarkan semua benda pusaka yang kemudian mereka suci kan dengan cara di cici. nah bagaimana study islam mengkaji tradisi  ini  dan adakah niai yang mencerminkan pendidikan didalamny, bagaimana islam memandang hal ini ?

dalam mengkaji tradisi di atas, study islam tetap memperhatikan totalitas budaya dan masyarakat.  kebiyasaan suronan dalam masyarakat yogya merupakan kebiasaan adat yang dilakukan setiap tahun, kegiatan ini dilakukan guna menjaga kebudayaan yang berlaku sejak zaman dahulu dan mendidik generasi muda agar tetap melestarikan kebudayaan Nya.

pandangan islam tentang hal ini ?
islam merupakan agama yang tetap saling menghargai setiap perbedaan yang ada, karena perbedaan itu merupakan rahmat. islam tetap menghargai tradisi ini selama tradisi ini tidak menyalahi syariat islam. karena dalam islam tradisi atau kebiyasaan suatu kaum dapat dijadikan hukum, sbagaimana dalam kaidah " kebiyasaan dapat menjadi hukum " artinya islam tetap menghormati tradisi itu. ya silah silahkan saja. ALLAH WA RASULUHU A'LAM

Kamis, 11 November 2010

Jum’at, 29 oktober 2010
Henry Giroux memaparkan bahwasannya ada 3 pemikiran tentang cara berfikir :
  1. Berfikir magis
Cara berfikir ini selalu mengedepankan pemikiran- pemikiran supranatural.
  1. Berfikir naïf
Cara berfikir yang percaya kepada hal-hal yang natural, atau sesuatu yang berhubungan dengan alam.
  1. Kesadaran kritis
Kesadaran ini tanpa berpihak kepada cara berfikir magis ataupun naïf. Artinya dalam pemikiranya selalu menggabungkan kedua hal tersebut. Cara ini lah yang masih dikembangkan pada UIN SUKA Yogyakarta.
MAGIS
KRITIS
NAIF









Untuk membentuk pemikiran-pemikiran yang kritis maka akan lebih baiknya di adakan pendidikan kritis.
  1. Menurut FAZLURAHMAN pendidika kritis itu dengan menggunakan kritik sejarah. Yaitu dengan cara kembali kepada masa lalu kemudian kembali lagi ke masa sekarang.
  2. Menurut MANSYUR FAKIH dengan memanusiakan manusia (humanisasi), atau dengan pembebasan dari segala dominasi.
  3. Menurut ATIYAH AL ABROSIdengan tidak hanya terpaku kepada pemikiranya sendiri, akan tetapi dengan melihat juga hal hal yang disekitarnya, bahwa bukan pemikiranya sajalah yang paling benar.