Kamis, 16 Desember 2010

Kebudayaan Nyadran


4.jpgBulan puasa merupakan bulan yang di tunggu-tunggu kedatangannya oleh umat islam, Karena  banyak fadhilah-fadhilah yang terkandung didalamnya. Dalam menyambut bulan yang mulia ini, banyak tradisi-tradisi rakyat yang di gelar, salah satunya adalah nyadran. Apakah nyadran itu ? dan bagaimana islam memandang  tradisi ini ?
Nyadran merupakan tradisi upacara adat jawa yang dilaksanakan ketika menyambut bulan puasa. Upacara adat nyadran tersebut dilakukan sebagai ungkapan syukur atas berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa serta untuk mengirim doa bagi arwah para leluhur, khususnya cikal bakal atau pendiri kampung. Tradisi ini juga diisi dengan kenduri warga masyarakat sebagai ungkapan terima kasih atas limpahan rezeki dan keselamatan dalam bekerja.
Selain itu ada juga beberapa wilayah di Yogyakarta yang menyelenggarakan berbagai atraksi kesenian dan budaya untuk memeriahkan upacara ritual adat nyadran ini. Atraksi ini sering mengundang perhatian. Sehingga tak sedikit turis asing yang antusias melihat tradisi nyadran ini.
 Dalam islam istilah nydran ini lebih dikenal dengan ziarah kubur atau dalam masyarakat dikenal dengan istilah nyekar. islam memandang hal ini, bukan merupakan sesuatu hal yang dilarang, karena tradisi ini megingatkan manusia kepada kematian. Disebutkan dalam hadis
 كنت نهيتكم عن زيارة الكبر فزورها    
Artinya : saya (rasul) melarang kalian untuk berziarah kubur, maka berziarahlah.
Hadis diatas menerangkan bahwa ziarah kubur itu tidak dilarang, dengan perintah فزورها , yang dimana pada awal kalimat rasul melarang nya. dalam kaidah fiqhiyah berbunyI  
 الأمر بعد نهي إباحة
Artinya : sebuah perintah setelah larangan menunjukan kebolehan.
Jadi hadis diatas tidak melarang ziarah kubur.
Pada tradisi masyarakat Yogyakarta yang disebutkan diatas sebenarnya sama seperti tradisi ziarah kubur pada yang dilakukan masyarakat di daerah lain, akan tetapi ditambah dengan yasinan, tahlilan, atraksi atraksi budaya dan kesenian masyarakat setempat untuk memeriahkan perayaan tersebut. Dan itu merupakan ungkapan rasa syukur mereka atas nikmat yang allah berikan kepada mereka.
Namun bagaimana dengan kebiasaan masyarakat yang menziarahi makam makam wali ???
b7e166e1123e9878abd1d99b3d1211eb.JPGDari banyak peristiwa yang terjadi di masyarakat,banyak masyarakat yang  mendatangi makam-makam wali hanya untuk meminta keberkahan, atau tidak jarang yang meminta kekayaan, atau meminta sesuatu kepada makam yang merka ziarahi. Dan tak sedikit dari mereka yang datang dari daerah jauh hanya untuk mengharapkan sesuatu hal yang dapat menimbulkan kemusyrikan. Karena meraka sudah meminta kepada selain Allah dan terlalu mengkultuskan wali dengan berlebihan. Adapun menziarahi kubur tanpa melakukan safar, maka hal ini disyari’atkan dalam agama kita apabila dilakukan dalam rangka mendo’akan mayit, mengingat kematian dan kehidupan akhirat.

Minggu, 12 Desember 2010

HAL HAL YANG MENGHALANGI STUDY ISLAM KETIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOLOGI

 HAL HAL YANG MENGHALANGI STUDY ISLAM KETIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOLOGI

  1. SAKRALITAS
  Ketika ada suatu kegiatan ibadah ghoiru mahdoh dan didalamnya ditambahkan dengan kegiatan kegiatan sakral.
misalanya :
ibadah mahdoh dan ghoiru mahdoh
ibadah mahdoh adalah ibadah yang memilikiaturan aturan dalam pelaksanaan nya. sedangkan ibadah ghoiru mahdoh adalah segala ibadah yang boleh dilakukan selama belum ada dalil yang melarang nya.
 
sebagai contoh : ketika memperingat ulang tahun seseorang dengan acara yasinan atau tahliln. hal ini dipandang oleh kebanyakan orang adalah suatu yang tidak ada tuntutanya dalam syariat sehingga bagi orang yang fanatik, mereka memandang hal ini sebagai sesuat yang baru. padahal ketika kita mengkajinya dengan pendekatan antopologi- kebiasaan- maka tidak semudah itu kita menilai atau mengklaim kebiasan seseorang. hal hal seperti inilah yang seringkali menghalangi penelitian ketika menggunakan pendekatan antrpologi. 

2. SUPERIOR DAN INVERIOR

misalnya : ketika kita mempelajari atau mengkaji suatu budaya seseorang, maka dengan mudah kita mengatakan budaya kita lebih baik dari pada budaya mereka. ini juga terakadang yag menyulitkan seseorang unutuk mengkaji nya.

3. INSIDER DAN OUTSIDER

misalnya : ketika seseorag membahas budaya yang dianutnya, maka secara otomatis mereka akan membangga banggakan budaya yangdianutnya, seolah olah budayanyalah yang paling benar.


mengkaji studi islam dengan menggunakan pendekatan antropologi maka akan lebih membangun komunikasi lintas budaya sehingga tidak mengakibatkan kesalah pahaman dalam pengkajiannya. dan menambah wawasan, pengetahuan tentang budaya yang sedang kita kaji.

pendekatan antropologi dalam study islam

antropologi secara sederhana adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dan kebudayaan.
adapun metode yang lebih tepat dengan pendekataan antropologi adalah metode HOLISTIK. artinya dalam melihat satu fenomena sosial harus diteliti dalam konteks totalitas kebudayaan masyarakat yang dikaji.

sebagai contoh permasalahan nya adalah :
tradisi masyarakat Yogyakarta, ketika datang tahun baru islam (hijriah) yang dalam penghitungan kalender jawa disebut suro. masyarakat Yogyakarta memiliki kebiyasaan memperingati hari ini dengan mengadakan ritual, yang dikenal dengan  Suronan.  dalam tradisi ini masyarakat keraton mengeluarkan semua benda pusaka yang kemudian mereka suci kan dengan cara di cici. nah bagaimana study islam mengkaji tradisi  ini  dan adakah niai yang mencerminkan pendidikan didalamny, bagaimana islam memandang hal ini ?

dalam mengkaji tradisi di atas, study islam tetap memperhatikan totalitas budaya dan masyarakat.  kebiyasaan suronan dalam masyarakat yogya merupakan kebiasaan adat yang dilakukan setiap tahun, kegiatan ini dilakukan guna menjaga kebudayaan yang berlaku sejak zaman dahulu dan mendidik generasi muda agar tetap melestarikan kebudayaan Nya.

pandangan islam tentang hal ini ?
islam merupakan agama yang tetap saling menghargai setiap perbedaan yang ada, karena perbedaan itu merupakan rahmat. islam tetap menghargai tradisi ini selama tradisi ini tidak menyalahi syariat islam. karena dalam islam tradisi atau kebiyasaan suatu kaum dapat dijadikan hukum, sbagaimana dalam kaidah " kebiyasaan dapat menjadi hukum " artinya islam tetap menghormati tradisi itu. ya silah silahkan saja. ALLAH WA RASULUHU A'LAM